Post

Balada ADRO melepas Adaro Andalan Indonesia

Beberapa hari belakangan, market heboh akibat adaro yang ingin melepas AAI dari struktur perusahaannya, hal ini berarti laba adaro akan menjadi petaka karena sebagian besar dikontribusikan oleh AAI, di satu sisi market melihat langkah adaro untuk menjadi perusahaan go green dengan melepas tambang batubaranya. di balik itu semua, sesungguhnya apa yang terjadi pada adaro?

  • Sebagai negara maju Singapore memilki ambisi untuk menjadi negara bebas karbon, dimulai dari import listrik bersih hingga 4GW sampai tahun 2035.
  • September 2023, Indonesia melakukan ttd MoU dgn Singapore, untuk export 2GW clean low carbon electricity
  • 5 perusahaan indonesia terlibat dalam mou tersebut: Pacific Medco Solar Energy, Medco Power, PacificLight Power, Gallant Venture Ltd (a Salim Group company), Adaro Green, and TBS Energi Utama (TOBA).
  • nilai project = 308T
  • ekspor dimulai 2028 dengan syarat : perusahaan yang supply harus bersih dari energi kotor, perlu ada investment solar PV dan Battery energy storage system
  • Hal ini mendorong adaro melakukan aksi korporasi untuk divestasi AAI (tambang batubara) dan di IPO kan, tapi seperti yg kita tahu struktur laba adro mayoritas dari AAI (90%) bersama ADMR
  • dengan divestasi ini, ADRO bisa dibeli oleh ESG fund asing, makannya banyak berharap ADRO bisa seperti BREN
  • apa hubungannya dengan bagi dividen besar yang barusan dilakukan?
  • divestasi kena pajak, di luar pasar modal 25%, kalo di pasar modal (IPO) 0,1% pph nya
  • jauh lebih rendah dan menguntungkan melalui IPO
  • jadi dividend “kemungkinan besar” dimaksudkan untuk nguras saldo labanya untuk IPO agar harga negosiasi jual beli menjadi lebih murah, win win solution
  • penghabisan laba ditahan seperti ini sering terjadi untuk aksi korporasi, seperti SMMT 2023
  • oke back to the topic, jadi apa yg mau dilakukan ADRO?
  • boy thohir gamungkin bodoh, beliau pasti melihat peluang pertumbuhan lebih besar di renewables secara jangka panjang. ada beberapa skenario yg buat green energy ini sangat menarik
  • bisnis batubara : siklikal, sulit mendapatkan margin gurih kalau tidak berada pada siklusnya, sesuatu diluar kendali negara ataupun emiten, green energy menawarkan pertumbuhan recurring income yang lebih stabil
  • kita baru bicarakan singapore dan baru 2GW dengan nilai project pertahun 44T, kita belum bicarakan negara lain seperti asean yang besar kemungkinan bisa kesana, ingat indonesia is a major player of EBT in asean with our resources
  • perlahan mulai terjawab pertanyaan : “green energy kan butuh investasi besar, jadi tidak mudah”, singapore sudah memulai, tapi EBT emang perjalanannya bakal sangat panjang, minyak dan batubara masih utama
  • balik ke saham, dengan divestasi ini, berati timbul pertanyaan darimana ADRO dapat keuntungan kalau AAI dilepas, setidaknya sampai 2028?
  • saya juga tidak tahu, kemungkinan besar berarti hanya admr yang menyumbang major profit, maka dari itu target price analyst setidaknya dalam setahun kedepan adalah “SELL”
  • terlepas dari itu ADRO menjanjikan peluang investasi yang sangat baik dalam jangka panjang, itulah juga alasan boy thohir belum melepas kepemilikan di ADRO, beliau bukan pemain mingguan, bulanan, apalagi tahunan, itulah bedanya investor ulung dan pemula
  • apakah peluang IPO AAI menarik? berdasarkan hasil PUPS, pemegang saham adro sebelum 27 nov berhak atas IPO AAI (90%), sedangkan 10% lain melalui skema penerbitan saham baru di market jadi sebenernya menarik tapi tidak menarik. why?
  • investor ADRO dapet dividen jumbo plus capital gain IPO, tapi kemungkinan setelah itu banyak yang buang melihat prospek ADRO tanpa AAI, maju kena mundur kena, kecuali berani hold jangka panjang
This post is licensed under CC BY 4.0 by the author.