Post

OPEC : The Cartel

Why is OPEC called a cartel?

OPEC : The Cartel

Apa yang kalian pikirkan ketika mendengar kata kartel? pengendali harga yang sifatnya merugikan? tidak jauh dari definisi, tapi mari kita hilangkan sisi negatifnya. Dalam dunia energi khususnya oil and gas industry, harga crude oil sedikit banyak ditentukan oleh kebijakan dan cara kerja OPEC (Organization of the Petroleum Exporting Countries). Organisasi yang terdiri dari Arab saudi, UAE, Venezuela, Iran, Irak , Kuwait, dan beberapa negara afrika lain ini sendiri menguasai sebesar 40% market share crude oil dunia. Tapi mengapa cerita selalu tentang OPEC dan timur tengah?

Spare Capacity

spare

Dalam konteks supply oil dunia, 3 blok memegang peran besar dalam pasokan supply, yaitu OPEC+, Amerika Serikat, dan Rusia. Gambar menunjukkan bahwa Rusia (garis kuning) memiliki produksi yang relatif stabil pada 2005-2024, begitupun dengan Amerika Serikat (garis hijau), dengan sedikit deviasi kecil pada akhir 2005 yang diakibatkan oleh badai Katrina dan Rita dan 2008 yang diakibatkan oleh badai Gustav dan Ike, yang mengakibatkan terganggunya operasional pada Gulf of Mexico (see more). Seperti yang kita tahu pada tahun-tahun tersebut produksi minyak US banyak berasal dari offshore. Produksi minyak US menanjak tinggi dimulai tahun 2010 hingga sampai kapasitas sekarang sebesar 12 juta barrel per hari, terimakasih kepada investasi masif pada shale oil yang menjadikan kapasitas produksi US menjadi yang terbesar di dunia pada saat ini. Namun mari kita lihat peran OPEC+ (garis putih).

Dibandingkan dengan Rusia dan Amerika Serikat, OPEC+ memiliki kurva yang lebih eratik dengan banyak deviasi. Hal ini berarti terjadi penurunan dan kenaikan produksi dari OPEC dalam waktu yang singkat. Hal inilah yang dinamakan spare capacity, atau kemampuan OPEC untuk dapat menaikkan dan menurunkan produksi dalam waktu yang cepat, hal inilah yang menjadi kelebihan OPEC yang tidak dipunyai oleh USA, Rusia, Kanada, China, Indonesia, atau pemain minyak lainnya. Maka dari itu jika kita tanya apakah Aramco bisa menaikkan produksi 10% dalam 3 bulan ke depan? tampaknya bukan merupakan hal yang sulit bagi Aramco. Namun misal kita tanya apakah Petronas bisa menaikkan produksi 10% dalam 3 bulan ke depan?tentu tidak akan mudah bagi Petronas. Hal ini terjadi karena investasi dan uang yang mengalir pada Aramco yang sudah sangat besar.

Apa implikasinya? Negara-negara OPEC biasanya tidak memproduksi minyak pada kapasitas maksimum mereka untuk menjaga pasar tetap stabil dan memiliki cadangan jika terjadi kebutuhan mendadak, atau bahasa mudahnya tidak “full power”. Berbeda dengan Amerika Serikat yang cenderung menerapkan kebijakan pasar bebas, sehingga tidak terikat pada kesepakatan produksi yang dapat mempengaruhi harga minyak. Artinya, dengan kemampuan spare capacity nya, OPEC dapat dengan mudah mengatur stabilitas harga untuk naik dan turunnya harga minyak dunia.

Salah satu contoh yang menarik adalah langkah OPEC yang diinisiasi oleh Saudi Arabia pada tahun 2014 sebagai respon penurunan harga minyak yang signifikan atas masifnya supply shale oil Amerika Serikat. Pada saat itu harga minyak dunia terjun bebas dari $100 per barrel ke $60 per barrel. Cara mengembalikan harga mudah saja, yaitu dengan cut produksi dan otomatis harga minyak akan naik kembali, namun OPEC tidak melakukan itu. OPEC lebih memilih untuk menjaga produksi tetap tinggi dengan tujuan menjaga market share. Dengan hal tersebut, secara tidak langsung mereka membiarkan harga untuk lebih jatuh lagi, membuat kondisi menjadi sulit untuk industri “high cost” seperti U.S shale oil untuk dapat survive karena breakeven point yang lebih tinggi. Pada awal 2015, harga oil turun ke $45 per barrel yang membuat perusahaan shale U.S sulit bersaing pada harga yang rendah, membuat beberapa perusahaan bankrut dan supply menjadi turun di market. Kebijakan ini cukup berhasil untuk menekan produksi shale U.S dimana pada 2016, OPEC+ bersama Rusia baru melakukan cut produksi untuk mengembalikan harga minyak. Inilah yang membuat spare capacity memiliki kemampuan spesial dalam membantu OPEC mendapat julukan sebagai “kartel”

This post is licensed under CC BY 4.0 by the author.